Langsung ke konten
BOI Research

Sosial

Riset Lingkungan di Indonesia dan Prioritas Publik

Oleh Tim BOI Research  3 menit baca

Selama empat tahun terakhir, BOI Research telah mendukung berbagai organisasi yang melakukan riset lingkungan di Indonesia. Kebakaran hutan, deforestasi, polusi, dan ketidakamanan pasokan energi memunculkan pertanyaan tentang kompetensi dan akuntabilitas perusahaan serta pemerintah. Memahami bagaimana masyarakat mengalami persoalan-persoalan ini dan respons yang mereka harapkan merupakan bagian penting dari pekerjaan ini.


BOI Research mendukung desain riset, memberikan saran dan mengembangkan kuesioner, serta melakukan analisis bagi beberapa organisasi yang berfokus pada lingkungan, sementara Surveyou! menyediakan sampel untuk proyek-proyek tersebut. Dukungan ini membantu organisasi meneliti pemahaman masyarakat, mengidentifikasi prioritas, serta menilai harapan terhadap pemerintah dan dunia usaha.

Memahami prioritas lingkungan Gen Z

BOI Research telah memberikan saran kepada Kawula17, program unggulan Yayasan Pelopor Pilihan 17, mengenai desain riset untuk National Kawula17 Survey (NKS) dan National Benchmark Survey (NBS) yang dilakukan secara berkala. Riset ini kerap membahas persoalan lingkungan di Indonesia. Melalui panel Surveyou!, kami menyediakan sampel daring dari seluruh Indonesia, termasuk wilayah perkotaan dan perdesaan.

NKS yang dilakukan setiap kuartal, NBS yang dilakukan setiap tahun atau semester, serta jajak pendapat singkat mengenai isu tertentu mengkaji pandangan anak muda Indonesia tentang isu publik, termasuk lingkungan. Temuannya tersedia melalui publikasi Kawula17.

Temuan tersebut mengidentifikasi persoalan lingkungan yang konkret. Dalam NKS Q2 2026, anak muda Indonesia memilih kerusakan akibat pertambangan, pengambilalihan hutan adat, perluasan perkebunan sawit di Papua, dan deforestasi sebagai beberapa masalah lingkungan yang membutuhkan tindakan pemerintah.

Anak muda Indonesia juga mengharapkan tindakan dan akuntabilitas. Dalam Climate Quick Poll Kawula17 yang dilakukan pada Mei 2026, 50% memilih perlindungan hutan dari deforestasi sebagai respons kebijakan yang diperlukan, sementara 41% memilih penegakan hukum yang lebih tegas. Temuan ini menunjukkan tuntutan agar pemerintah bertindak untuk melindungi lingkungan dan menegakkan aturan.

Harapan terhadap pemerintah dan keyakinan akan realisasinya

Harapan tersebut tidak selalu terpenuhi. Dalam NBS H1 2025, 78% menilai peran pemerintah dalam menangani masalah lingkungan berada di bawah atau jauh di bawah harapan mereka.

Kawula17 juga memantau keyakinan masyarakat secara lebih luas terhadap kemampuan pemerintah merealisasikan program-programnya. Pada Juni 2026, 49% merasa tidak yakin atau sangat tidak yakin, dibandingkan 22% yang merasa yakin atau sangat yakin. Ukuran ini berkaitan dengan program pemerintah secara umum, tetapi memberikan konteks untuk mengkaji akuntabilitas lingkungan: apa yang diharapkan masyarakat, bagaimana mereka menilai kinerja, dan apakah mereka percaya pemerintah mampu merealisasikannya.

Riset tentang transisi energi, ketidakamanan pasokan energi, dan kebakaran hutan

Pekerjaan kami juga mencakup studi khusus tentang transisi energi, ketidakamanan pasokan energi, dan kebakaran hutan. Salah satu studi mengkaji pemahaman masyarakat tentang transisi energi, preferensi terhadap energi fosil dan terbarukan, keterjangkauan, keandalan pasokan, serta apakah manfaat dan beban dibagi secara adil.

Studi lainnya meneliti pengalaman menghadapi kenaikan biaya dan gangguan listrik, serta persepsi tentang penyebab kebakaran hutan dan lahan, dampaknya, pihak yang bertanggung jawab, dan respons pemerintah yang diharapkan.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari riset dampak sosial dan ekonomi BOI, yang mengkaji pengalaman masyarakat, perspektif pemangku kepentingan, serta hasil program dan kebijakan.

Mengajukan pertanyaan yang membedakan pengetahuan, pengalaman, dan harapan

Proyek-proyek ini memerlukan desain kuesioner yang cermat. Pernah mendengar tentang transisi energi belum tentu berarti memahaminya. Menganggap suatu masalah lingkungan penting berbeda dengan mengalami dampaknya. Mendukung suatu kebijakan berbeda dengan meyakini bahwa pemerintah mampu merealisasikannya. Saran dan analisis kami membantu klien membedakan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Cara responden menyampaikan penilaian juga penting, terutama ketika temuan survei menjadi bagian dari perdebatan publik. BOI Research telah membantu Kawula17 menyempurnakan rumusan pertanyaan dan skala jawaban. Skala Likert empat poin memberikan cara yang jelas untuk menyatakan kepuasan atau dukungan, tetapi menyediakan ruang yang terbatas untuk membedakan intensitasnya. Kawula17 menggunakan skala sepuluh poin untuk menangkap penilaian anak muda Indonesia terhadap kinerja pemerintah, sehingga responden memiliki lebih banyak ruang untuk menyampaikan seberapa kuat penilaian mereka.

Riset oleh Preston dan Colman mendukung pertimbangan penggunaan skala yang lebih panjang: studi mereka menemukan peningkatan pada beberapa ukuran kualitas skala hingga sekitar tujuh kategori, sementara responden lebih menyukai format sepuluh poin.

Selama empat tahun terakhir, BOI Research dan Surveyou! telah mendukung berbagai organisasi yang meneliti isu lingkungan di Indonesia. Kami tetap berkomitmen membantu mereka memahami pengalaman, prioritas, dan harapan masyarakat terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab menangani tantangan tersebut.


Baca juga

Punya pertanyaan riset serupa?

Bicarakan pendekatan yang paling sesuai dengan salah satu peneliti kami.

Hubungi Kami
Jl. Kemang Raya No.31 3rd floor, Jakarta 12720+62 811-8128-762